Print this page

Tips Cegah Anemia

Jumat, 17 Desember 2010 Written by Yulvitrawasih 5517 times

Bila Anda mudah lelah atau sulit berkonsentrasi, jangan anggap remeh kondisi itu, karena bisa jadi anemia sedang menghampiri Anda. Anemia bila berkelanjutan akan menyebabkan turunnya produktivitas kerja. Anemia terjadi ketika darah kekurangan hemoglobin (Hb) yang bertugas membantu sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Penyebab Anemia bisa bermacam-macam, diantaranya:

Anemia kekurangan zat besi. Anemia ini sangat sering ditemui. Tubuh memerlukan zat besi untuk memproduksi Hb. Sumber-sumber besi pada makanan ada 2 bentuk, yang Heme dan yang non-Heme. Yang Heme mudah sekali diserap seperti daging sapi, hati, telur, daging ayam dan daging merah. Sedangkan yang non-Heme terdapat pada sayuran-sayuran hijau seperti bayam, kangkung, buncis dimana zat besi tersebut tidak dapat langsung diserap oleh tubuh dan harus diubah dulu oleh usus agar mudah diserap.

Anemia Megaloblastik (Kekurangan Vitamin). Anemia terjadi jika tubuh kekurangan asam folat dan vitamin B-12. Tubuh mempunyai sel darah merah yang tidak mengangkut oksigen dengan baik.

Akibat komplikasi. Beberapa penyakit bisa mengganggu produksi sel darah merah. Misalnya pada penderita penyakit gagal ginjal yang dilakukan dialysis/cuci darah. Ginjal mereka tidak mampu memproduksi cukup hormon untuk membuat sel darah merah, dan zat besi banyak terbuang dalam proses dialisis.

Penyakit darah turunan. Salah satu jenis penyakit turunan yang membuat anemia adalah kelainan bentuk sel darah merah (sickle cell anemia). Tubuh akan menghancurkan sel darah merah yang tidak normal ini namun tidak cukup cepat memproduksi sel baru sehingga anemia muncul. Thalasemia merupakan penyakit darah yang diturunkan yang akan mempengaruhi kemampuan tubuh memproduksi sel darah merah.

Anemia Aplastis. Anemia jenis ini termasuk penyakit yang jarang terjadi, dimana sumsum tulang belakang tidak memproduksi sel darah merah yang cukup. Ini juga akan mempengaruhi jumlah sel darah putih sehingga akan rentan terhadap infeksi dan perdarahan yang tidak bisa dihentikan.

Gejala yang paling umum terjadi adalah terlihat pucat pada bibir atau ujung jari tangan. Gejala lainnya adalah cepat lelah, tidak bisa berkonsentrasi lama, dan bahkan mudah lupa. Selain itu anemia bisa menyebabkan kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Berikut tips-tips yang bisa digunakan untuk mencegah anemia:

  1. Sediakan makanan yang kaya akan zat besi. Sumber-sumber besi pada makanan ada 2 bentuk yang heme dan yang non heme.Yang Heme mudah sekali diserap seperti daging sapi, hati, telur, daging ayam dan daging merah. Sedangkan yang non-Heme terdapat pada sayuran-sayuran hijau seperti bayam, kangkung, buncis,biji-bijian, kacang-kacangan, dan bit, dimana zat besi tersebut tidak dapat langsung diserap oleh tubuh dan harus diubah dulu oleh usus agar mudah diserap.
  2. Konsumsi makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi di usus , seperti buah-buahan segar dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, pepaya, mangga,dan lain-lain.
  3. Pemberian makanan tambahan yang kaya zat besi dapat ditambahkan pada bayi sejak berusia 6 bulan, lewat konsumsi susu formula maupun makanannya. Hati-hati, karena kebutuhan zat besi pada bayi hanya 5 mg per hari, penanganan anemia pada bayi sama sekali bukan dengan pemberian suplemen zat besi kadar tinggi, karena bisa meracuni hati dan ginjalnya. Sehingga yang paling penting adalah membenahi dulu pola pemberian MPASI dengan mengutamakan prinsip keragaman, keseimbangan, dan kecukupan gizinya.
  4. Ciptakan pola hidup sehat pada anak, misalnya dengan memberikan menu makanan dengan variasi sayur dan buah, contoh lainnya saat bermain diluar rumah usahakan tidak telanjang kaki, agar terhindar dari cacing tambang.

Share

Tagged under